Senin, 25 Januari 2021

PENGENALAN AREA OPERASIONAL PENERBANGAN

 

MATERI  RANGKUMAN  MULOK XI UPW - OTKP

Semester Genap TA 2020-2021

 

PENANGANAN SISTEM PENERBANGAN DAN KETENTUAN PERUSAHAAN PENERBANGAN

 

Ø  PENGENALAN AREA OPERASIONAL PENERBANGAN

 

Perusahaan penerbangan komersial atau lebih dikenal dengan sebutan Airlines merupakan badan usaha yang bergerak dibidang jasa angkutan udara yang mengoperasikan pesawat terbang sebagai sarana untuk mengangkut muatan dari satu kota ke kota lain baik itu di dalam negri maupun ke luar negri dimana yang diangkut antara lain penumpang, bagasi, kargo dan benda-benda pos.

 

Secara operasional ada beberapa unit kerja utama yang menunjang bisnis angkutan udara atau penerbangan dapat terlaksana yaitu :

 

1.  Passanger Handling

2.  Aicraft Handling

3.  Inflight Service

4.  Cargo Handling

5.  Ramp Handling

 

Dalam operasional penerbangan ada beberapa tujuan utama berdirinya suatu perusahaan, yaitu :

1.  Terselenggaranya kegiatan operasional penerbangan dengan lancar

2.  Memberikan layanan yang baik kepada para penumpang, bagasi, kargo dan pos

3.  Memperoleh tingkat pendapatan yang profitable

 

Suatu perusahaan penerbangan mempunyai dua tempat kegiatan yaitu :

1.      Kegiatan di kantor kota (Town Office)

2.      Kegiatan di kantor bandara atau airport

 

Saat ini banyak perusahaan penerbangan domestik maupun internasional menjalin kerja sama atau mensubkontrakkan pekerjaan dilapangan dengan pihak kedua untuk melayani pekerjaan operasionalnya seperti dengan pihak perusahaan penyedia jasa pelayanan/penanganan di darat atau disebut Ground Handling (GH) dan penyedia jasa pelayanan maintenance atau Disebut Ground Support Equipment (GSE).

 

Pada pertemuan pertama ini kita akan membahas mengenai Kegiatan pada bagian Ramp Handling di bandara.

 

BAB I. RAMP HANDLING

 

A.  Pengertian Ramp Handling

Ramp Handling adalah salah satu bagian dalam penerbangan yang pekerjaannya dilakukan oleh petugas lapangan yang dilaksanakan di area apron.  Menurut Oxford dictionary, Apron Area yaitu “Hard-surfaced (tarmac, concrete, etc) area on an air-field, used for maneuvering and (un)loading aircraft.” Atau dengan kata lain, apron area adalah Daerah keras di lapangan udara yang digunakan untuk pergerakan dan bongkar muat pesawat.

 

B.  Kegiatan Bagian Ramp Handling

Adapun kegiatan yang terdapat  pada bagian Ramp Handling antara lain :

1.      Aircraft Loading and Unloading

2.      Marshailing

3.      Parking

4.      Ramp to Flight Deck Communication

5.      Starting

6.      Safety Measures

7.      Moving Aircraft

Kegiatan Apron berdasarkan IATA SGHA, yaitu Section Subject Checked yakni kegiatan yang terdiri atas :

1.   Representation and Accomodation
2.   Load Control, Communications and Departure Control  System
3.   Unit Load Device Control
4.   Passengers and Baggage
5.   Cargo and Post Office Mail
6.   Ramp
7.   Aircraft Servicing
8.   Fuel and Oil
9.   Aircraft Maintenance
10. Flight Operation and Crew Administration
11. Surface Transport
12. Catering Services
13. Supervision and Administration
14. Security

 

C.  Petugas bagian Ramp Handling

 

Adapun petugas-petugas yang bekerja di Area Apron, yaitu :

1.      Marshalling, adalah Petugas pemandu parkir pesawat pada saat kedatangan.

2.      Ramp Koordinator/Dispatcher, adalah Petugas yang mengkoordinir seluruh kegiatan ground handling di apron.

3.      Load Control, adalah Petugas yang merencanakan alokasi pemuatan pesawat (pax, bag, cargo & mail).

4.      Load Master, adalah Petugas yang mengawasi pemuatan bagasi dan cargo sesuai dengan rencana.

5.      Departure Control, adalah Petugas yang mengontrol alokasi parkir pesawat dan membantu pesawat untuk melakukan pergerakan saat di apron.

 

 

 

-          Semangat Belajar  –

 

Minggu, 24 Januari 2021

PERHITUNGAN TARIF KHUSUS/DISCOUNT UNTUK PENUMPANG KHUSUS

 

MATERI  RANGKUMAN  XI UPW

Semester Genap TA 2020-2021

 PEMESANAN DAN PENGHITUNGAN TARIF PENERBANGAN

(PPTP)

 

Ø  PERHITUNGAN TARIF KHUSUS/DISCOUNT UNTUK PENUMPANG KHUSUS

 

Tujuan pembelajaran adalah agar siswa dapat :

a.       Mengetahui kategori penumpang dengan tariff/harga khusus tiket penerbangan  

b.       Mengetahui ketentuan tariff dengan potongan harga

c.    Melakukan proses perhitungan Tarif Tiket

 


Dalam  penerbangan terdapat bermacam-macam kategori penumpang yang berangkat dimulai dari usia dini hingga lanjut usia, agar  bisa merencanakan budget liburan dengan baik, calon penumpang  harus tahu terlebih dahulu harga tiket pesawat untuk lansia. Di beberapa maskapai, harga tiket pesawat untuk lansia disamakan dengan tiket dewasa tanpa pengecualian. Tapi ada pula maskapai yang memberi potongan bagi lansia. Kategori lansia adalah penumpang berusia 60 tahun keatas. Setiap maskapai memiliki aturan tersendiri mengenai harga tiket pesawat untuk lansia.

Sesuai dengan materi pada pertemuan sebelumnya, terdapat 2 jenis tarif tiket penerbangan antara lain :

Jenis Tarif Tiket Penerbangan Domestik

a)      Tarif Normal

Tarif penerbangan yang dipublikasikan           dan berlaku untuk umum, dan masa berlaku tiket adalah 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikeluarkan.

b)      Tarif Khusus

            Tarif penerbangan dengan potongan harga yang diberlakukan untuk penumpang tertentu.

Pada pertemuan kali  ini kita membahas tentang cara menghitung tiket penerbangan dengan tarif khusus, sebelumnya kita akan membahas tentang kategori dari penumpang khusus dan pengertiannya.

 

A.  Kategori Penumpang dengan  tarif/harga khusus tiket penerbangan

Kategori penumpang yang mendapatkan discount atau potongan  khusus antara lain :

1.   Lansia yaitu penumpang yang telah berusia lanjut yakni 60 tahun keatas dengan potongan khusus 25 % dari harga tiket Economy Sub Class “M” (berlaku dari ketentuan Maskapai Garuda)  

2.   Pelajar/Mahasiswa yaitu  penumpang dengan kategori masih dalam  masa pendidikan dengan syarat memperlihatkan Kartu Tanda Pelajar/Mahasiswa yang masih berlaku dengan potongan khusus 25 % dari harga Economy Sub Class “M”

3. Veteran/Cacat Veteran yaitu dengan syarat menunjukkan kartu  tanda Veteran Veteran mendapatkan potongan harga tiket 30 % dari harga tiket Economy Sub Class “M” (berlaku dari ketentuan Maskapai Garuda)   

Alasan kenapa hanya 3 kategori penumpang diatas yang hanya diberi discount khusus :

      1.      Pelajar/mahasiswa

Hidup sebagai mahasiswa, apalagi jauh dari orangtua bukanlah kehidupan yang mudah. Pandai pandailah berhemat. Pesan setiap orangtua kepada anak mereka di rantau. Finansial mungkin menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di dunia mahasiswa. Tak sedikit diantara mereka yang harus bekerja demi bertahan hidup. Serta mahasisawa dan pelajar merupakan generasi penerus yang juga berjuang dalam proses pendidikan namun ada juga beberapa dari mahasiswa maupun pelajar yang memang belum memiliki penghasilan tetap, oleh sebab itu pihak perusahaan penerbangan memberikan harga khusus untuk pelajar dan mahasiswa.

 

      2.      Lansia

Lansia atau penumpang lanjut usia adalah penumpang yang sudah berusia lanjut dan sudah tidak produktif lagi dalam bekerja, namun banyak dari mereka yang melakukan perjalanan untuk tujuan dan alasan tertentu. Oleh sebab diatas perusahaan maskapai penerbangan memberikan pelayanan khusus dan fasilitas harga khusus untuk menghargai dan memenuhi kebutuhan lansia tersebut.

 


      3.      Veteran/Cacat Veteran

Veteran adalah orang yang pernah bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui oleh pemerintah yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau warga negara Indonesia yang ikut serta secara aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melaksanakan misi perdamaian dunia,yang telah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran Republik Indonesia.


 

B.  Ketentuan Tarif dengan Potongan Harga

Jenis Penumpang                                                             Tarif dengan Potongan Harga

                                                                                                            Tarif Normal

  Penumpang Khusus

   Pelajar/Mahasiswa                                                                           25  %

   Cacat Veteran                                                                                  30  %

   Lansia/Manula (min. 60 thn)                                                           25  %

 

   Penumpang Umum

   Adult                                                                                                0 %

   Anak-anak  (2-12 yrs)                                                                      30 %

   Bayi ( 0 - 23 mths)                                                                           90 %

               

 

C.  Penghitungan Tariff dengan Potongan Harga

Contoh Penghitungan Tarif Ticket Lansia dan Veteran :

•         Untuk Fare Ticket Lansia  (Komponen Utama)

Rute perjalanan                                               : MES – JKT

Fare Basic Tariff  Normal                               : Rp. 300.000

Discount/potongan 25% ---- 25% X 300.000 : Rp.   75.000 -

Fare basis - 25%                                              : Rp. 225.000  (disebut dengan fare basic lansia)

PPN 10%                                                        : Rp.   22.500

Iuran Wajib                                                     : Rp.     1.500 +

                                                Total                : Rp. 249.000 (disebut dgn tarif khusus Lansia)

 

•         Untuk Total Fare Ticket Lansia Keseluruhan (Komponen Utama + Komponen Tambahan)

Rute perjalanan                                               : MES – JKT

Fare Basic Tariff  Normal                               : Rp. 300.000

Discount/potongan 25% ---- 25% X 300.000 : Rp.   75.000 -

Fare basis - 25%                                              : Rp. 225.000  (disebut dengan fare basic lansia)

PPN 10%                                                        : Rp.   22.500

Iuran Wajib                                                     : Rp.     1.500

Fuell Surcharge (FS)                                       : Rp.   15.000

Passenger Service Charge (PSC)                    : Rp.     8.000 +

                                                Total                : Rp. 272.000 (disebut dgn tarif khusus Lansia)

 

•         Untuk Fare Ticket Veteran  

Cara  menghitung fare/harga tiket veteran sama dengan cara menghitung fare tiket lansia, perbedaannya hanya dilihat dari berapa persen besar potongan/discount yang diberikan oleh pihak maskapai (potongan harga lihat pada modul diatas), tugas Ananda hanya mengurangi besar discount tersebut dan kemudian menghitung PPN dan IWJR untuk mencari komponen Utamanya. Jika mencari kompenen harga keseluruhan berarti Ananda tinggal menjumlahkan semua komponen, baik komponen utama maupun komponen tambahan.

 

 

 

-          Selamat Belajar   -