Minggu, 26 Januari 2020

MENGHITUNG LCF TARIF ONE WAY PENERBANGAN INTERNASIONAL



Guru Mata Pelajaran : Rahma Dewi, S.E
MATERI  RANGKUMAN Kelas XII UPW Semester Ganjil
PEMESANAN & PERHITUNGAN TARIF TIKET PENERBANGAN

Ø  MENGHITUNG TARIF ONE-WAY UNTUK PENERBANGAN INTERNASIONAL

LCF  
               
Tujuan pembelajaran :

Setelah mempelajari Currency System ini diharapkan siswa dapat :
1.  Menyebutkan unsur-unsur Currency System
2.  Menjelaskan pengertian dari NUC, ROE, RU dan LCF
3.  Menggunakan Prosedur Rumus : LCF = NUC x ROE
4.  Membulatkan ke atas untuk LCF (prosedur pembulatan berdasarkan ketentuan IATA)


Hasil LCF merupakan Langkah terakhir yakni bagian terakhir dari proses perhitungan harga yaitu berapa harga yang harus dibayarkan, adalah dengan cara mengkonversikan harga NUC ke mata uang lokal.


Mata uang lokal disebut dengan  LCF (Local Currency Fare) atau L.S.F “(Local Selling Fare) LCF/LSF adalah mata uang dari negara dimana memulai perjalanan.

Untuk mengkonversikan dari NUC ke LCF harus sesuai dengan nilai yang telah ditentukan oleh IATA (dilihat dari air tariff)

Catatan :
·       Harga internasional, harga berhubungan dengan biaya dan pembebanan biaya bagasi yang akan dihitung dalam US Dollar. Daftar konversi menunjukkan nilai konversi mata uang lokal terhadap US Dollar untuk kombinasi tiket domestik dan tiket internasional pada satu tiket yang sama.
·       Pembulatan atas harga dan biaya lainnya harus dihitung pada pembulatan terdekat 

Rumus :
NUC x ROE = LCF

Harga                                         :     NUC 2137.25
Negara asal                              :     Indonesia (ID)
Mata uang                                :     US Dollar
IATA Cur CODE                       :     USD
One NUC Equals to (ROE)    :     1.00
L.C.F                                          :     NUC x ROE = 2137.25 x 1,00 = 2137.25
LCF                                            :     USD. 2138.00 (dibulatkan keatas)

Keterangan

·       NUC adalah Neutral Unit Currency yakni mata uang fiktif (tidak sebenarnya) yang digunakan dalam perhitungan tarif penerbangan internasional, NUC digunakan karena melibatkan bermacam-macam mata uang

·       ROE adalah Rate Of Exchange yakni daftar tukar nilai mata uang yang dapat mengubah nilai NUC di dalam perhitungan tiket internasional menjadi LCF, berdasarkan COC*. Tanda * adalah Country of Commencement, yaitu tempat (negara) perjalanan tersebut dimulai. ROE dapat dilihat pada tabel Currency Conversion Rates, didalam buku PAT Fares

·       RU adalah Rounding Unit yakni prosedur pembulatan yang telah ditetapkan dalam tabel Currency Regulation pada buku Worldwide Fares 

·       LCF adalah  Local Currency Fare yakni mata uang sebenarnya dari negara dengan perjalanan mulai dilaksanakan dan merupakan hasil akhir harga tiket dari suatu perjalanan

Fare Calculation Box

From/to
 
 
JKT
CARR
Fare CALC
SIN
GA
M
ROM
SQ
SIN-AMS
AMS
KL
2137.25
 
 
 
 
ROE
1.00
TTL Fare Calc
NUC
2137.25
Fare
USD
2138.00

-      Selamat Belajar -

Selasa, 21 Januari 2020

RESERVATION SYSTEM (GDS dan CRS)



RESERVATION SYSTEM

Jaminan kepastian mendapat tempat duduk merupakan tuntutan utama dari para calon  penumpang  karena  hal  ini  akan  memberikan  kepastian  dan  ketenangan  bagi para penumpang untuk mencapai tujuan dalam menempuh perjalanan.
Dengan adanya system reservasi  yang baik maka perusahaan penerbangan akan dapat  meningkatan  pelayanan  kepada  para  penumpang  atau  pelanggan  secara maksimal, antara lain :
-  Mempermudah penumpang untuk mendapatkan kepastian (jaminan seat ) atas rencana perjalanan sedini mungkin.
-  Penumpang  akan  mendapatkan  pelayanan  khusus  atau  permintan  khusus lainnya, berkaitan dengan perjalanannya sesuai dengan yang telah dipesannya.

Untuk menangani kegiatan reservasi, industry penerbangan menggunakan suatu sistem yang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1.  Manual Reservation System, yaitu reservasi dengan sistem manual. Proses  pembukuan  dilakukan  dengan  menuliskan  pembukuan  pada  suatu daftar  atau  dibuat  dengan  cara  mengirim  telex,  fax  kesuatu  kota  dimana pembukuan  akan  dibuat.  Proses  pembukuan  secara  sistem  manual mengunakan suatu daftar yang biasa disebut Booking Card.
2.  Computerized Reservations System, yaitu reservasi dengan sistem computer,  dimana pembukuan penumpang dilakukan dengan  mempergunakan  atau  melalui  online  computer  sistem,  dimana  status pembukuan dapat diketahui dengan cepat.

Pada saat ini dikenal dua macam Reservation System yang mempergunakan computer online system yaitu:
-  Computer Reservation System/ CRS adalah :
System reservasi yang digunakan oleh airline seperti : Arga,Gabriel,Sabre
-  Global Distribution System / GDS adalah :
Suatu system yang digunakan oleh travel agent yang memiliki jaringan luas dalam hal pendistribusiannya seperti : Abacus,Galileo,Amadeus dll

Computer  Reservation  System  (CRS)  atau  sistem  reservasi  sentral  adalah komputerisasi sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengambil dan melakukan transaksi  informasi  yang  berkaitan  dengan  perjalanan  udara. 
System  teknologi informasi  yang  handal  sangat  diperlukan  dalam  bisnis  penerbangan.  Manajemen system penanganan penumpang sangat memerlukan bantuan teknologi IT yang akurat.
Sistem teknologi IT yang utama dalam bisnis penerbangan adalah Sistem Reservasi atau diistilahkan dengan CRS ( Computer Reservation System ).
Fungsinya adalah : Menampilkan informasi produk dan fasilitas suatu airline seperti,
-  Jadwal penerbangan
-  Pesawat yang digunakan
-  Tarif rute.
Sehingga  memudahkan  calon  penumpang  untuk  booking  seat,  kemudian mengkonfirmasikan keberangkatan dan memudahkan pembelian tiket.
Sistem  reservasi  merupakan  system  teknologi  IT  tingkat  tinggi  karena membutuhkan  hardware  dan  software  yang  baik.Dimana  perlu  pemprograman  yang komplek dan system database yang sangat besar serta membutuhkan system koneksi yang besar. Biasanya setiap maskapai memiliki satu system reservasi . Adanya system ini  sangat  memudahkan  perusahaan  dalam  melayani  penumpang.  Terutama  sekali akan terasa manfaatnya apabila pesawat mempunyai connecting terbang yang panjang kebeberapa kota.
Berikut ini merupakan gambar mekanisme alur dari CRS 

Global Distribution System

Awalnya di rancang dan di operasikan oleh perusahaan penerbangan, CRS kemudian di perpanjang untuk penggunaan agen perjalanan. CRS menjual tiket untuk beberapa maskapai yang di kenal sebagai sistem distribusi global.
Airlines  membuat  sistem  dapat  di  akses  oleh  konsumen  melalui  internet  gateway. Sistem distribusi global modern biasanya memungkinkan pengguna untuk memesan kamar hotel dan sewa mobil serta tiket penerbangan. Mereka juga menyediakan akses untuk pemesanan kereta api di beberapa stasiun
Berikut merupakan gambar mekanisme alur dari system GDS

GDS gambar.JPG



 - Selamat Belajar -

SEJARAH RESERVASI



SEJARAH RESERVASI 

Pada praktiknya, penyampaian produk dan terjadinya proses penjualan diperusahaan penerbangan dilakukan melalui sistem pemesanan dan penyediaan seat ( reservation). 

Reservation secara umum dapat diartikan sebagai penyediaan seat, yang meliputi keseluruhan proses kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan inventori, pendistribusian produk, dan pencatatan keseluruhan transaksi pemesanan tempat untuk pencapaian revenue yang optimal.

Jadi pengertian reservasi meliputi seluruh kegiatan perusahaan penerbangan di dalam :
Ø  Mengelola persediaan tempat duduknya (booking limits seat inventory )
Ø  Mendistribusikan ke seluruhan jaringan penjualannya
Ø  Pencatatan hasil transaksi pemesanan tempat

Sejarah Reservasi
Sejarah perkembangan sistem reservasi dalam industry penerbangan telah mengalami beberapa tahapan. Pada mulanya seluruh proses dan kegiatan reservasi dilakukan secara manual. Komunikasi antar penerbangan umumnya dilakukan melalui sarana telpon, sementara transaksi reservasinya dicatat secara manual dalam sebuah kartu daftar pemesanan ( Card Files).

Dalam perkembangannya, sistem manual tidak dapat dipertahankan lagi karena tidak efisien, serta memerlukan penanganan dan tempat penyimpanan data kegiatan transaksi yang semakin kompleks. Olah karena itu, sejak tahun 1950-an hampir seluruh perusahaan penerbangan teknologi reservasinya menuju era komputerisasi. Perusahaan penerbangan yang tidak mampu mengembangkan teknologi reservasinya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan dalam kegiatan reservasinya biasanya menyewa (hosted) atau membeli dari operator yang telah memiliki teknologi reservasi untuk multi host.

Pengembangan teknologi baru dalam penanganan sistem reservasi telah membawa perubahan yang sangat mendasar kepada perusahaan penerbangan. Terutama berkaitan dengan upaya perusahaan penerbangan dalam mendistribusikan produknya yang tadinya hanya melalui jaringan/kantor penjualannya sendiri berkembang ke travel agent maupun interline secara online.

Hal ini disebabkan karena salah satu karakteritik produk perusahaan penerbangan yang bersifat perisable / mudah rusak. Maka, proses pendistribusian produk menjadi salah satu factor yang sangat penting.

Pada awal dekade (era 1950-an) pengembangan sistem reservasi dari manual kearah komputerisasi ditandai dengan hal-hal sebagai berikut :
      1.      Data-data transaksi pemesanan dan persediaan tempat masih terpisah.
      2.      Adanya keterbatasan dalam jumlah dan kapasitas transaksi reservasi yang dapat ditangani
      3.      Masih tingginya biaya komunikasi

Pada perkembangan selanjutnya era 1970-an telah ditemukan suatu sistem computer generasi baru yang ditandai dengan adanya pengembangan yang meliputi hal-hal yang meliputi hal-hal antara lain :
     1.      Peningkatan kemampuan dan kapasitas penyimpanan (file) data-data transaksi.
    2.      Diperkenalkannya SITA ( Societe Internationale de Telecommunications Aeronautiques) data   network untuk sistem komunikasi.
     3.      Biaya komunikasi relative lebih rendah.
     4.  Diperkenalkannya pilihan system host yang dapat digunakan secara bersama- sama oleh perusahaan yang relative kecil melalui partisi-partisi yang berbeda.
    5.  Mulai diperkenalkannya sistem otomisasi kepada travel agent dengan pemberian fasilitas untuk dapat akses langsung dengan sistem reservasi perusahaan penerbangan melalui pemangsangan CRS di lokasi travel agent.

Tahap pengembangan selanjutnya terjadi tahun 1980-an bertepatan dengan diperkenalkannya penemuaan sistem yang menunjang sistem reservasi yang telah ada meliputi :
1.      Sistem fare, untuk perhitungan fare.
2.      Automated Ticketing, untuk proses pengeluaran (issue) tiket.
3.      Departure control system (DCS) untuk check-in, weight & balance.
4. Sistem pengelolaan inventori dan sistem distribusi yang semakin kompleks dengan diperkenalkannya Sub Classes Concept,yaitu pembagian kelas menjadi sub-sub bagian, misal dari Y Class menjadi Y,H,K,L,M Class dimana semua kelas tersebut termasuk dalam kategori kelas yang sama yaitu Y Class (Economy class).
5.     Pengembangan otomisasi pada travel agent sehingga munculnya berbagai bentuk jaringan distribusi yang dikenal dengan GDS ( Global Distribution System )atau Mega CRS yang bertindak sebagai multi supplier system.

Era 2000-an dimulai dengan diperkenalkannya open system, yaitu sistem yang mempunyai platform open yang memungkinkan user dapat mengunakannya lebih mudah karena berbasis window. Dari sisi ticketing mulai diperkenalkan electronic ticketing (ET) serta ticket less system (tanpa ticket) untuk mengantikan pengunaan manual ticket maupun automated ticket yang dipergunakan sebelumnya dengan cost yang lebih rendah.

Untuk pembayaran ticket dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas electronic channel dari perbankan misalnya ATM, internet banking, Call banking, SMS banking maupun online payment melalui situs airlines web untuk fasilitas pembayaran dengan kartu kredit secara real time yang terhubung langsung dengan sistem reservation perusahaan penerbangan

 - Selamat Belajar -