Selasa, 21 Januari 2020

SEJARAH RESERVASI



SEJARAH RESERVASI 

Pada praktiknya, penyampaian produk dan terjadinya proses penjualan diperusahaan penerbangan dilakukan melalui sistem pemesanan dan penyediaan seat ( reservation). 

Reservation secara umum dapat diartikan sebagai penyediaan seat, yang meliputi keseluruhan proses kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan inventori, pendistribusian produk, dan pencatatan keseluruhan transaksi pemesanan tempat untuk pencapaian revenue yang optimal.

Jadi pengertian reservasi meliputi seluruh kegiatan perusahaan penerbangan di dalam :
Ø  Mengelola persediaan tempat duduknya (booking limits seat inventory )
Ø  Mendistribusikan ke seluruhan jaringan penjualannya
Ø  Pencatatan hasil transaksi pemesanan tempat

Sejarah Reservasi
Sejarah perkembangan sistem reservasi dalam industry penerbangan telah mengalami beberapa tahapan. Pada mulanya seluruh proses dan kegiatan reservasi dilakukan secara manual. Komunikasi antar penerbangan umumnya dilakukan melalui sarana telpon, sementara transaksi reservasinya dicatat secara manual dalam sebuah kartu daftar pemesanan ( Card Files).

Dalam perkembangannya, sistem manual tidak dapat dipertahankan lagi karena tidak efisien, serta memerlukan penanganan dan tempat penyimpanan data kegiatan transaksi yang semakin kompleks. Olah karena itu, sejak tahun 1950-an hampir seluruh perusahaan penerbangan teknologi reservasinya menuju era komputerisasi. Perusahaan penerbangan yang tidak mampu mengembangkan teknologi reservasinya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan dalam kegiatan reservasinya biasanya menyewa (hosted) atau membeli dari operator yang telah memiliki teknologi reservasi untuk multi host.

Pengembangan teknologi baru dalam penanganan sistem reservasi telah membawa perubahan yang sangat mendasar kepada perusahaan penerbangan. Terutama berkaitan dengan upaya perusahaan penerbangan dalam mendistribusikan produknya yang tadinya hanya melalui jaringan/kantor penjualannya sendiri berkembang ke travel agent maupun interline secara online.

Hal ini disebabkan karena salah satu karakteritik produk perusahaan penerbangan yang bersifat perisable / mudah rusak. Maka, proses pendistribusian produk menjadi salah satu factor yang sangat penting.

Pada awal dekade (era 1950-an) pengembangan sistem reservasi dari manual kearah komputerisasi ditandai dengan hal-hal sebagai berikut :
      1.      Data-data transaksi pemesanan dan persediaan tempat masih terpisah.
      2.      Adanya keterbatasan dalam jumlah dan kapasitas transaksi reservasi yang dapat ditangani
      3.      Masih tingginya biaya komunikasi

Pada perkembangan selanjutnya era 1970-an telah ditemukan suatu sistem computer generasi baru yang ditandai dengan adanya pengembangan yang meliputi hal-hal yang meliputi hal-hal antara lain :
     1.      Peningkatan kemampuan dan kapasitas penyimpanan (file) data-data transaksi.
    2.      Diperkenalkannya SITA ( Societe Internationale de Telecommunications Aeronautiques) data   network untuk sistem komunikasi.
     3.      Biaya komunikasi relative lebih rendah.
     4.  Diperkenalkannya pilihan system host yang dapat digunakan secara bersama- sama oleh perusahaan yang relative kecil melalui partisi-partisi yang berbeda.
    5.  Mulai diperkenalkannya sistem otomisasi kepada travel agent dengan pemberian fasilitas untuk dapat akses langsung dengan sistem reservasi perusahaan penerbangan melalui pemangsangan CRS di lokasi travel agent.

Tahap pengembangan selanjutnya terjadi tahun 1980-an bertepatan dengan diperkenalkannya penemuaan sistem yang menunjang sistem reservasi yang telah ada meliputi :
1.      Sistem fare, untuk perhitungan fare.
2.      Automated Ticketing, untuk proses pengeluaran (issue) tiket.
3.      Departure control system (DCS) untuk check-in, weight & balance.
4. Sistem pengelolaan inventori dan sistem distribusi yang semakin kompleks dengan diperkenalkannya Sub Classes Concept,yaitu pembagian kelas menjadi sub-sub bagian, misal dari Y Class menjadi Y,H,K,L,M Class dimana semua kelas tersebut termasuk dalam kategori kelas yang sama yaitu Y Class (Economy class).
5.     Pengembangan otomisasi pada travel agent sehingga munculnya berbagai bentuk jaringan distribusi yang dikenal dengan GDS ( Global Distribution System )atau Mega CRS yang bertindak sebagai multi supplier system.

Era 2000-an dimulai dengan diperkenalkannya open system, yaitu sistem yang mempunyai platform open yang memungkinkan user dapat mengunakannya lebih mudah karena berbasis window. Dari sisi ticketing mulai diperkenalkan electronic ticketing (ET) serta ticket less system (tanpa ticket) untuk mengantikan pengunaan manual ticket maupun automated ticket yang dipergunakan sebelumnya dengan cost yang lebih rendah.

Untuk pembayaran ticket dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas electronic channel dari perbankan misalnya ATM, internet banking, Call banking, SMS banking maupun online payment melalui situs airlines web untuk fasilitas pembayaran dengan kartu kredit secara real time yang terhubung langsung dengan sistem reservation perusahaan penerbangan

 - Selamat Belajar -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar