Minggu, 26 Januari 2020

MENGHITUNG TARIF ONE-WAY UNTUK PENERBANGAN INTERNASIONAL



Guru Mata Pelajaran : Rahma Dewi, S.E
MATERI  RANGKUMAN Kelas XII UPW Semester Genap
PEMESANAN & PERHITUNGAN TARIF TIKET PENERBANGAN

Ø  MENGHITUNG TARIF ONE-WAY UNTUK PENERBANGAN INTERNASIONAL


KD 3.11 Menganalisis informasi tarif penerbangan domestik
KD 4.11 Memberikan informasi tarif penerbangan domestik kepada konsumen/pelanggan

Tujuan pembelajaran adalah agar siswa dapat :
1.      Memahami pengertian tiket penerbangan  
2.      Memahami fungsi dan macam-macam  tiket penerbangan
3.      Menjelaskan dan mencari beberapa jenis tarif penerbangan dalam  negeri.
4.      Menghitung tarif penerbangan dalam  negeri.
5.      Mengatur rencana perjalanan dalam negeri sesuai kebutuhan konsumen.
6.      Melengkapi dokumen-dokumen  perjalanan  sesuai kebutuhan konsumen.
7.      Memproses kupon-kupon perjalanan sesuai panduan industry


A.      Menghitung Tarif One-Way untuk Penerbangan Internasional

Langkah-langkah menghitung tiket perjalanan internasional untuk perjalanan sekali
jalan (oneway) normal sebagai berikut :

1. Menentukan Fare Construction Point (FCP)
Perjalanan One Way, kota asal dan kota tujuan yang dijadikan sebagai FCP danhanya memiliki satu komponen harga. Misalnya perjalanan dari SIN – HKG –MOW maka FCP adalah SINMOW.

Berikut contoh menentukan one-way journey dengan 1 fare component

            Origin














 


                           Intermediate points (transfer points)








 


                 
             Destination

Contoh :
JKT – GA – BKK – KL – AMS – BA – LON
                                                                          



                        Airlines Code

Rute : JKT – BKK – AMS – LON

Keterangan yang ada pada itenerary ini yakni :
JKT     = Origin Point (Kota asal keberangkatan)
BKK   = Intermediate Point (Kota antara origin dan destination point)
AMS   = Intermediate Point (Kota antara origin dan destination point)
LON    = Destination Point (Kota Tujuan)

Sedangkan untuk perjalanan Round Tripatau Circle Trip kota asal dan kota terjauh dijadikan FCP dan memiliki duakomponen harga yaitu Outbound (pergi) dan Inbound (pulang).
Contoh : JKT – SIN – AMS – KUL – JKT.
FCP adalah JKTAMS Via SIN (outbound) dan JKTAMS Via KUL (inbound).

2. Menentukan Fare Type, Journey Type, Carrier Code dan Global Indicator
Contoh :
§  Kelas yang digunakan : F,  C,  Y dan Premier atau Secondary Class
§  Jenis Perjalanan : OW,  RT,  Circle Trip
§  Carrier Code : GA,  CX,  JL,  KL,  UA
§  Global Indicator : AT, WH, EH, PA, AP, TS, RU, FE, SA, PA
  Contoh : JKT – BKK – AMS – LON                        in Y class
                                                                                       
           Perjalanan dengan Global Indicator EH

Area 3                                                             Area 2
Jakarta terdapat di Indonesia                          Amsterdam di Netherland
Bangkok terdapat di Thailand                        London di United Kingdom                          



3. Menentukan Neutral Unit Currency (NUC)
Mata uang fiktif (tidak sebenarnya) yang digunakan dalam perhitungan tarif penerbangan internasional disebut dengan Neutral Unit Currency (NUC).
Dalam menentukan harga NUC ada beberapa hal yang perlu diperhatikandiantaranya adalah Kelas pelayanan, Tipe Perjalanan, Perusahaan Penerbanganyang digunakan serta Global Indicator.

Mengapa diperlukan NUC?
Perbedaan mata uang di tiap-tiap negara dengan nilai yang berbeda-beda pula akan menyulitkan melakukan perhitungan harga tiket. Sebagai contoh tiket rute Denpasar - Singapore - Tokyo - Los Angeles, sedikitnya melibatkan tiga mata uang yang berbeda yaitu USD (Indonesia dan Amerika ) SGD ( Singapore) dan JPY (Jepang). Untuk memudahkan perhitungan maka digunakan satu mata uang yaitu NUC yang dapat dikonversikan ke masing-masing mata uang dengan rate of exchange (ROE) tertentu. Dalam hal ini ROE yang digunakan adalah negara di mana perjalanan dimulai pertama kalinya atau country of first commencement of travel.

Harga perjalanan udara dapat dilihat dalam Passenger air tariff/Airtariff Worlwide Fare sesuai dengan FCP yang telah ditentukan. NUC selalu diformulasikan dalam bentuk angka dengan 2 (dua) digit dibelakang koma. Misalkan perjalanan dari SIN –HKG Kelas ekonomi (Y). NUC = 662.11

CONTOH AIRTARIFF
FARE
TYPE
(1)

CAR CDE
(2)

HEADLINE
CITY
CURRENCY (3)

NUC
(4)

RULES
(5)

GI, MPM,
ROUTING(6)

SINGAPORE(SIN) (7)Singapore $ (SGD) (9)
To.
HONGKONG (HKG) (8)

Y
J/C
F
YEE1M

1143
1334
1565
1758

662.11
772.75
906.57
1028.37

Y275
Y275
Y275
E366

EH 1912
EH
EH
EH
Keterangan :
(1) Kelas Pelayanan
(2) Kode Pesawat jika tidak ada maka harga berlaku pada semua penerbangan
(3) Harga dalam Mata Uang Negara asal keberangkatan
(4) Harga dalam NUC
(5) Ketentuan/Aturan/Validitas
(6) Maximum Permited Mileage (MPM) dan Global Indicator
(7) Kota asal keberangkatan
(8) Kota tujuan
(9) Kode Mata Uang

CONTOH KE 2 :
JKT – BKK – AMS – LON                                In Y Class OW
Steps
Komponen
1.      FCP
JKT LON
2.      Fare Types
Y OW
3.      NUC
2380.00
4.      Rules
Y 146
5.      MPM
EH 9116

Data-data tersebut diambil dari cuplikan PAT untuk buku Worldwide Fare ini :
FARE
TYPE

CAR CDE

HEADLINE
CITY
CURRENCY
NUC

RULES


GI, MPM,
ROUTING

JAKARTA (JKT) Indonesia US Dollar (USD)
To
LONDON (LON)
EH 9116
                                                                                                                                                                             TS 11797
                                                                                                                                                                             AP 15606
Y
Y
Y
Y
Y
Y
2380
4327
3767
6850
4056
7393
2380.00
4327.00
3767.00
6850.00
4056.00
7393.00
Y146
Y146
Y146
Y146
Y146
Y146
EH 1912
EH
TS
TS
AP
AP

4. Rule (RUL)
Menentukan aturan-aturan, yaitu aturan yang berlaku pada harga, route, kelas serta penerbangan tertentu. Lihat contoh pada Airtariff, untuk kelas YEE1M, harga NUC 1028.37 dengan peraturan (rules) E366 adalah Harga perjalanan SIN – HKG - SIN pergi pulang dengan ketentuan hanya boleh tinggal di Hongkong maksimal 1 bulan. Untuk melihat / membaca peraturan lebih detail bia dibuka di buku 2 Worldwide Fares Rules, pada bagian rules dengan kode E366

5. Menentukan Mileage System
Mileage system digunakan apabila intermediate point yang digunakan lebih dari satu poin. Sebagai contoh, untuk rute/itinerary :
JKT – BKK – AMS – LON
Pada rute/itenerary terdapat dua kota antara, yaitu : Bangkok dan Amsterdam.
Dalam mileage system terdapat :
A.    Unsur dasar (terdiri dari emapat unsur dasar), seperti MPM, TPM, EMA dan EMS.
B.     Faktor pelengkap, terdiri dari : specified routing, stopovers, side trips, indirect travel limitations, higher intermediate fares, minimum fare checks, special provision (ticket taxes and fees charges).

Menentukan mileage system yakni :
a.    Menentukan Maximum Permitted Mileage (MPM)
Maximum Permitted Mileage (MPM) merupakan jarak maksimum yang diperbolehkan untuk ditempuh dalam suatu rute penerbangan.
Sebagai contoh :

§  JKT – LON, MPM-nya dengan Global Indicator EH = 9116
(Jika rute yang dilaluinya berkisar di Area 2, berkisar di  Area 3 saja atau antara Area 2 dan 3 juga kebalikannya. Namun, tidak melewati kota-kota yang berada di JAPKOR)
Contoh rute : JKT – BKK – AMS - LON

§  JKT – LON, MPM-nya dengan Global Indicator AP = 15606
(Jika rute yang dilaluinya melewati Lautan Atlantik dan Lautan Pasifik)
§  JKT – LON, MPM-nya dengan Global Indicator TS = 11797

b.    Menentukan Ticketed Point Mileage (TPM)
Ticketed Point Milleage ( Jarak tempuh aktual dari sebuah rute yang diterbangi )

c.    Menentukan Extra Mileage Allowance (EMA)
Extra Mileage Allowance ( Jarak tempuh lebih yang diberikan oleh suatu rute
penerbangan )
Pengurangan total TPM, dicari bila total TPM melebihi MPM

d.   Menentukan Extra Mileage Surcharge (EMS)
Excess Mileage Surcharge (Kelebihan jarak yang harus dibayar oleh penumpang) Jarak tempuh yang dikenakan biaya dikarenakan melebihi MPM  atau TOTAL TPM > MPM = EMS
        
e.    Aplicable Fare (AF)
Aplicable Fare (nilai/harga akhir yang digunakan untuk suatu perjalanan
tersebut), Applicable Fare merupakan Hasil dari penghitungan Tarif dituliskan dalam NUC 

f.     Menentukan Currency Conversion
ROE = Rate Of Exchange ( nilai yang digunakan untuk meng-konversikan nilai NUC-AF
kedalam mata uang lokal )

g.    LCF = Local Currency Fare
·         Local Currency Fare ( nilai yang akan dibayarkan dalam mata uang
setempat/lokal setelah NUC-AF dikonversikan dengan ROE )
·         Untuk mencari IROE (IATA Rate Of Exchange) diperoleh dari Tabel Currency Conversion yang dapat dijumpai pada buku Passenger Air Tariff (General Rules dan Worldwide Fare)

h.    Menentukan Higher Intermediate Point (HIP)
·         Higer Intermediate Point ( Nilai / harga tertinggi yang terdapat dalam suatu perjalanan yang melebihi nilai NUC Origin - Destination )
·         Higher Intermediate Point Dicari adakah harga: Origin-Intermediate Intermediate-Intermediate Intermediate –Destination yang melebihi harga Origin -Destination RULE Berdasarkan harga HIP, adakah peraturan baru yang harus diterapkan
·         Dalam satu fare komponen, ada harga yang lebih besar dari harga Origin-Destination, dengan catatan pada kota Intermediate harus stopover (S/O)
Origin – Intermediate (O – I  S/O)
Intermediate – Intermediate (I  S/O – I  S/O)             lebih besar dari O - D
Intermediate – Destiantion (I S/O - D)
** bila terdapat HIP maka NUC Origin - Destination diabaikan dan harga yang  digunakan adalah HIP tersebut **

i.      Menentukan Backhaul Check (BHC)
·         Pengisian fare construction-nya sama pengerjaannya dengan mileage system.
·         BHC merupakan perjalanan one-way yang memiliki satu fare komponen.
·         HIP-nya harus   Origin – Intermediate stopover lebih besar dari O – D, seandainya kota Intermediate hanya transit diabaikan saja walaupun harga lebih besar. 

j.      Menentukan Circle Trip Minimum (CTM)
·         Pengisian fare construction-nya sama pengerjaannya dengan mileage system.
·         CTM merupakan perjalanan return (pulang pergi) yang memiliki dua fare komponen
·         Tentukan terlebih dahulu Fare Break Point nya yang diambil dari jarak terjauh (MPM terbesar) dari rute yang ada untuk mendapatkan turn around point
·         Untuk perjalanan return (pulang – pergi) antara perjalanan berangkat dan pulang memiliki harga (Applicable Fare) sama serta rute kota-kota yang dilaluinya sama
·         Sementara itu, pada circle trip (perjalanan berkeliling), antara perjalanan berangkat dan pulang memiliki harga (Applicable Fare) berbeda serta rute kota-kota yang dilaluinya pun berbeda
·         Setelah diketahui FCP, sebaiknya cek adakah harga yang lebih besar dari harga O – D apabila rute yang dilaluinya memiliki intermediate point lebih dari 1 setelah O – D diketahui
·         Rumus yang digunakan pada CTM =
(O – I RETURN)                    = ..............................................................
Sub TOTAL                            = (AF 1 (Outbound))  +  AF 2 (Inbound))
                                                            = ...............................................................  ( - )
CTM Adjustment (P)              = ................................................................   


B.     Contoh Soal

·    Contoh Soal 1

Fare component =
Jakarta - Tokyo ( JKT - TYO ) Economy - Published Fare ( Y class ) oneway

FCP = JKT-TYO ( YOW )
NUC = 989.00
MPM = 4333
TPM = 4092
EMA = NIL
EMS = M ( on-milleage ) --> karena MPM > TPM
HIP = NIL
RULE = None
AF = NUC JKTTYO 989.00
ROE = 1.00000
LCF = USD 989.00

jadi harga JKT-TYO untuk economy - published fare adalah USD 989.00

note :
- Indonesia ditetapkan oleh IATA untuk menggunakan ROE ke USD, jadi jika ingin
membayar tiket tersebut adalah dengan meng-kalikan USD 989.00 dengan IDR yang
sesuai dengan BSR ( Bank Selling Rate ) atau AIRLINES KURS
( ** kurs airlines lebih tinggi dibandingkan dengan BSR ** )
****contoh USD 1.00 = IDR/Rp. 9,500
maka harga JKT-TYO ( YOW ) USD 989.00 x Rp. 9,500.00 = Rp. 9,395,500.00

Semua yang diterangkan diatas adalah BASIC masih banyak yang harus di cros-check sebelum mendapatkan FINAL APLLICABLE FARE ..... !!!!!
Berubah-ubah sesuai season-nya; kadangkala ada subclass yang ditutup (atau dikurangi alokasinya) saat ramai/masa liburan, tetapi dibuka banyak alokasinya saat sepi ( ini tugas R C - Reservation Control ; baik itu perusahaan tersebut LCC maupun airline "konvensional" ).

Gambaran tentang subclass untuk tiket NW kelas ekonomi (tahun 2001):

Q class - USD 735 - round trip Indonesia ke West Coast, tiket berlaku 6 bulan
M class - USD 840 - round trip Indonesia ke West Coast, tiket berlaku 1 tahun, boleh stopover di HNL, TYO, atau SIN dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Y class - USD 1600-an - round trip Indonesia ke West Coast, tiket berlaku 1 tahun, boleh stopover di mana saja saat perjalanan berangkat maupun pulang, plus tiketnya refundable kalau tidak jadi berangkat ( dan mungkin bisa mencakup leg yang menggunakan jasa airline lain selain NW, KL, GA, MH, EK, atau QF ... c m i i w) - disebut full-fare economy class.

Komponen harga tiket domestik (Indonesia) :
1. Basic fare
2. 10% PPn
3. Iuran Wajib (insurance) sesuai jumlah transit yang dilalui penerbangan tersebut.
Contoh: kalau terbang dari CGK ke DJJ via BIK, jumlah IW x2, tetapi kalau (seandainya) nonstop ke DJJ, cuma 1x.

Komponen harga tiket internasional:
1. Basic fare
2. 10% tax
3. Tergantung rutenya, kadangkala ada yang disebut noise surcharge
4. Fuel Surcharge
5. Plain Save Five (dulu ada yg disebut "tabungan wajib" bagi para travel agent anggota ASITA di Indonesia).
6. Airport Tax (not mandatory).

Sekarang harga tiket internasional sebagian besar di-publish oleh maskapai sebagai "mie instan" - sudah tertera dalam confidential agent's tariff. Kalau mau menghitung manual ... ada yang namanya: Ticketed Point Mileage, Extra Mileage Allowance, Extra Mileage Surcharge, Higher Intermediate Point, dsb, yang hasilnya / cara menghitungnya tergantung dari International Sales Indicator-nya (SITI/SITO/SOTI/SOTO)



·      Contoh soal 2

JOURNEY = Jakarta - Singapore - x/ Bangkok - Tokyo ( Narita )
FC = JKT - TYO
NUC = JKT - TYO / YOW 989.00 ( EH )
JKT - SIN / YOW 200.00 ( EH )
SIN - TYO / YOW 1010.00 ( EH ) -------> HIP
MPM = JKT-TYO = 3000 milleage
TPM = JKT - SIN 500 M // SIN - BKK 600 M // BKK - TYO 900 M
TTPM = 500 M + 600 M + 900 M = 2000 Mileage

Jawaban

FC = JKT - TYO // YOW
NUC = 989.00 (EH)
MPM = 3000 M
TTPM = 2000 M
EMA = nil
EMS = M
HIP = SIN - TYO NUC 1010.00
CHECK = nil
AF = SIN - TYO NUC 1010.00
ROE = 1.000000
LCF = USD. 1010.00


- Mengapa AF ( aplicable fare ) yang digunakan adalah harga dari SIN-TYO bukan JKT-TYO padahal rute yang digunakan adalah JKT-TYO ?????
jawaban = karena harga / NUC untuk SIN - TYO lebih tinggi daripada harga / NUC JKT-TYO

- Mengapa kita memberikan harga yang lebih tinggi bukan harga yang termurah ????
Jawaban = untuk perhitungan harga / NUC telah ditetapkan dan disepakati dalam
peraturan perhitungan bahwa " bila terdapat harga yang lebih tinggi
(ex. SIN-TYO NUC 1010.00) selain harga origin ke destinasi ( ex. JKT-TYO NUC 989.00) maka harga yang harus digunakan atau
AF/APLLICABLE FARE nya harus yang tinggi ( SIN-TYO NUC 1010.00 )
** bila tetap menggunakan harga JKT-TYO maka TRAVEL AGENT atau ISSUING OFFICE akan dikenakan SHORT-COLLECT atas selisih harga yang digunakan **


·      Contoh soal 3

TPMs
  557
  197
3338
2868
1452


EH
EH
EH
EH
EH
SITI
JKT
SIN
KUL
TYO
BKK
JKT
Journey

GA
SQ
MH
JL
TG
Fare Type: Y

Break at the
Farthest point : TYO

Fare Construction 1:
I
FCP    : JKT-TYO
NUC   : Y(RT 1880.00)½ =940.00
RULE : Y 227
MPM  : EH 4333
TPM   :  4092
EMA   : NIL
EMS   : M
HIP     : NIL
RULE : NIL
AF     OUTBOUND         940.00
II
FCP    : JKT-TYO
NUC   : Y(RT 1880.00)½ =940.00
RULE : Y 227
MPM  : EH 4333
TPM   :  4320
EMA   : NIL
EMS   : M
HIP     : NIL
RULE : NIL
AF     OUTBOUND         940.00
SUB TTL               CT = AF 1 + AF 2 = 940.00 +940.00 = 1880.00
CHECK: -
TOTAL : -
IROE     = USD 1.000000      DC = 2, N = 5,17 RU = 1
LCF        = USD 1880.00
FARE CALCULATION BOX
FROM/TO


JKT
CARR
FARE CALC.
SIN
GA
M
KUL
SQ
940.00
TYO
MH

BKK
JL
M
JKT
TG
940.00
















ROE
1.00
TOTAL FARE CALC
NUC 1880.00
FARE                          USD 1880.00

AUTOMATED TICKET:

FARE CALCULATION
JKT GA SIN SQ KUL MH TYO M940.00 JL BKK TG JKT M940.00 NUC1880.00 END ROE 1.00

-          Selamat Belajar  -

1 komentar:

  1. As reported by Stanford Medical, It's indeed the ONLY reason this country's women live 10 years more and weigh on average 19 KG lighter than we do.

    (And by the way, it is not related to genetics or some secret-exercise and EVERYTHING around "how" they are eating.)

    P.S, I said "HOW", and not "WHAT"...

    Click this link to determine if this short quiz can help you release your true weight loss potential

    BalasHapus