Kamis, 10 Oktober 2019

ELEKTRONIK TIKET (E-TICKET)



 Guru Mata Pelajaran : Rahma Dewi, S.E
MATERI  RANGKUMAN Kelas XI UPW Semester Ganjil
PEMESANAN & PERHITUNGAN TARIF TIKET PENERBANGAN

Ø  ELEKTRONIK TIKET (E-TICKET)

Tujuan pembelajaran adalah agar siswa dapat :
a.        Memahami pengertian E-tiket 
b.        Mengetahui manfaat E-tiket
c.        Menganalisis perbedaan E-tiket dengan Manual Ticket
d.       Mengetahui contoh bentuk E-tiket dari berbagai maskapai
e.        Menganalisis bagian-bagian yang terdapat pada E-tiket 
f.         Melakukan proses penerbitan E-Tiket

A.         PENGERTIAN E-TIKET
Elektronik Tiket merupakan tiket generasi terbaru yakni terbuat dari selembar kertas yang berisi dokumen perjalanan yang dapat dipakai untuk mengangkut penumpang. Fungsi dari E-tiket sama dengan passenger tiket biasa. Namun Elektronik ticket ini telah  mulai dipermudah yang sebelumnya penumpang harus memiliki mencetak terlebih dahulu E-Ticket tersebut, sekarang sudah tidak lagi karena penumpang tidak harus mengeluarkan dokumen berharga tersebut secara fisik/paper tiket tapi sudah bisa hanya melihatkan tiket tersebut melalui ponsel masing-masing penumpang.
Beberapa pengertian E-Tiketing menurut para ahli antara lain :
a.    Menurut Blenz (2008) E-Ticketing atau Electronic Ticketing adalah sebuah metode perdagangan, pembelian dan penjualan tiket dari berbagai produk jasa khususnya jasa perjalanan melalui media internet dan komputer.     
b.    Menurut Ng-Kruelle dan Swatman (2006), E-Tiketing atau Elektronik Tiket adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktivitas perjalanan penumpang tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper tiket. Semua informasi mengenai electronik ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer komputer milik airlines. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alat untuk masuk ke dalam bandara di indonesia yang masih mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan.
E-Ticketing (ET) merupakan peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-Ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan formulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
Salah satu keuntungan dari E-Tiket adalah airlines tidak perlu mencetak tiket yang biayanya relatif mahal, data-data penumpang akan tersimpan didalam database airlines sehingga apabila kertas hilang, maka data perjalanan penumpang masih tetap bisa di print ulang kembali. Dengan kata lain Elektronik Tiket ini disebut juga dengan tiket/dokumen perjalanan dalam bentuk digital.
Ada 3 bentuk Automated ticket seperti :
1.      Transitional Automated Tickets (TAT),
Yaitu ticket yang pada umumnya diterbitkan langsung oleh Maskapai Penerbangan
2.      Off Premise Transitional Automated Tickets (OPTAT),
Yaitu ticket yang pada umumnya diterbitkan oleh Biro Perjalanan.
3.      Automated Ticket Boarding Pass (ATB),
Yaitu ticket yang diterbitkan bersamaan dengan boarding pass.

B.    MANFAAT E-TIKET
Beberapa manfaat E-Tiket untuk kehidupan saat ini antara lain :
Mempunyai beberapa kelebihan yang di jelaskan Blenz (2008) adalah sebagai berikut :
1.      Mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan dan surat tiket
2.      Mengurangi tenaga kerja yang berkaitan dengan pencetakan dan surat tiket
3.      Keamanan terjamin, karena berkode validasi dan menghilangkan kemungkinan tiket palsu atau duplikat
4.      Pemesanan E-tiket oleh konsumen berarti mengetahui berapa banyak konsumen perusahaan, karena perusahaan menyimpan data konsumen di database perusahaan
5.      Memberikan informasi tambahan yang perlu diketahui bagi pelanggan.
Manfaat lain dari E-Tiket untuk penumpang adalah :
¢1. Tidak masalah jika kehilangan atau salah menempatkan.
¢2. Tidak ada tiket kertas/blangko tiket yang dikeluarkan
¢3. Bisa check-in online di maskapai tersebut atau e-kios di bandara.
¢4. Bisa dibeli di menit-menit terakhir online.
¢5. Tidak perlu menunggu tiket untuk dikirimkan.

 C. PERBEDAAN E-TIKET DENGAN MANUAL TICKET
KELEBIHAN E-TICKET, antara lain :
¢1. E-ticket tidak masalah jika hilang karena bisa print kembali atau cek melalui email penumpang
¢2. E-ticket lebih mudah diperoleh.
¢3. E-ticket fleksibel dan lebih efisien.
¢4. E-ticket ramah lingkungan.
¢5. E-ticket memuat voucher belanja.

KEKURANGAN E-TICKET, antara lain :
¢1. Biasanya ada informasi yang sangat terbatas pada kupon e-ticket. Jadi dalam kasus kerusakan sistem reservasi mungkin ada komplikasi jika penumpang harus mengubah tiket elektronik.
¢2. Mungkin ada beberapa tantangan untuk menerbitkan kembali versi elektronik jika penumpang harus dialihkan ke maskapai lain terutama ketika terjadi pembatalan penerbangan karena tidak ada alasan cuaca terkait.

D.  CONTOH E-TIKET BEBERAPA MASKAPAI
1.LION AIR



2.GARUDA  AIRLINES

3.EXPRESS AIR

4.SRIWIJAYA AIR


E.     BAGIAN-BAGIAN YANG TERDAPAT  DIDALAM E-TICKET 
Bagian-bagian yang terdapat dalam E-Tiket adalah sebagai berikut :
¢1. Name of Airlines.
¢2. Booking code (PNR)
¢3. Departure details : time, route, flight number, etc.
¢4. Passenger details : name of passenger, type of ticket, ticket number, baggage info,
¢5. Ketentuan tiket : masa berlaku tiket, ketentuan bagasi, etc.

-          Selamat Belajar -

Selasa, 08 Oktober 2019

TIKET MANUAL MASKAPAI PENERBANGAN





Guru Mata Pelajaran : Rahma Dewi, S.E
MATERI  RANGKUMAN Kelas XI UPW Semester Ganjil
PEMESANAN & PERHITUNGAN TARIF TIKET PENERBANGAN
Ø  TIKET MANUAL

Tujuan pembelajaran adalah agar siswa dapat :
           a.       Memahami pengertian tiket manual
           b.      Menganalisis sejarah tiket manual
           c.       Membedakan macam-macam tiket manual
     d.      Membedakan bentuk tiket manual dari berbagai maskapai
     e.      Menganalisis agian-bagian pada tiket manual/Coupon tiket manual
     f.        Membedakan Fungsi masing-masing coupon
     g.       Melakukan Proses penerbitan tiket manual

Pengertian tiket manual 

Tiket manual adalah tiket yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan berisi tentang kondisi-kondisi dan penjelasan mengikat yang mengatur hal dan kewajiban yang mengatur antara kedua belah pihak namun penulisan tiketnya dilakukan secara manual (handwritten/tulis tangan). Tiket manual juga sebagai tanda bukti pembayaran dan jaminan tempat duduk di pesawat.

Tiket manual merupakan dokumen berharga dimana didalamnya tercantum data-data secara terperinci dari pembukuan perjalanan/reservasi yang telah dibuat lengkap dengan biayanya.

Paper tiket/tiket manual dapat diterbitkan langsung oleh Perusahaan Penerbangan (Airlines) dan juga dapat diterbitkan oleh Biro Perjalanan (Travel).

Sejarah tiket manual

Pada praktiknya, penyampaian produk dan terjadinya proses penjualan diperusahaan penerbangan dilakukan melalui sistem pemesanan dan penyediaan seat ( reservation). 

Reservation secara umum dapat diartikan sebagai penyediaan seat, yang meliputi keseluruhan proses kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan inventori, pendistribusian produk, dan pencatatan keseluruhan transaksi pemesanan tempat untuk pencapaian revenue yang optimal.

Jadi pengertian reservasi meliputi seluruh kegiatan perusahaan penerbangan di dalam :
Ø  Mengelola persediaan tempat duduknya (booking limits seat inventory )
Ø  Mendistribusikan ke seluruhan jaringan penjualannya
Ø  Pencatatan hasil transaksi pemesanan tempat

Sejarah Reservasi
Sejarah perkembangan sistem reservasi dalam industry penerbangan telah mengalami beberapa tahapan. Pada mulanya seluruh proses dan kegiatan reservasi dilakukan secara manual. Komunikasi antar penerbangan umumnya dilakukan melalui sarana telpon, sementara transaksi reservasinya dicatat secara manual dalam sebuah kartu daftar pemesanan ( Card Files).

Dalam perkembangannya, sistem manual tidak dapat dipertahankan lagi karena tidak efisien, serta memerlukan penanganan dan tempat penyimpanan data kegiatan transaksi yang semakin kompleks. Olah karena itu, sejak tahun 1950-an hampir seluruh perusahaan penerbangan teknologi reservasinya menuju era komputerisasi. Perusahaan penerbangan yang tidak mampu mengembangkan teknologi reservasinya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan dalam kegiatan reservasinya biasanya menyewa (hosted) atau membeli dari operator yang telah memiliki teknologi reservasi untuk multi host.

Pengembangan teknologi baru dalam penanganan sistem reservasi telah membawa perubahan yang sangat mendasar kepada perusahaan penerbangan. Terutama berkaitan dengan upaya perusahaan penerbangan dalam mendistribusikan produknya yang tadinya hanya melalui jaringan/kantor penjualannya sendiri berkembang ke travel agent maupun interline secara online.

Hal ini disebabkan karena salah satu karakteritik produk perusahaan penerbangan yang bersifat perisable / mudah rusak. Maka, proses pendistribusian produk menjadi salah satu factor yang sangat penting.

Bentuk tiket manual dari berbagai maskapai



 Bagian-bagian tiket manual serta Fungsi  masing-masing coupon

 A.    Bagian-bagian tiket manual
Tiket manual terdiri dari :
1.      Front Cover dengan logo perusahaan penerbangan yang mengeluarkan dokumen tersebut : 


      - Nama perusahaan penerbangan
      - Logo perusahaan penerbangan
      - Nomor tiket penerbangan
      - Strip yang menunjukan jumlah flight coupon
2.      Condition of Contract untuk informasi dari Airlines perihal bagasi, refund serta ketentuan lain akan tiket  yang berhubungan dengan Airlines tersebut
3.      Tiket manual terdiri atas lembaran-lembaran yang terdapat didalam tiket tersebut yang disebut dengan coupon tiket.
Coupon-coupon yang terdiri dari :
·         Audit Coupon
·         Agent Coupon
·         Control Coupon
·         Flight Coupon
·         Passenger Coupon
B.     Fungsi masing-masing tiket manual
1.      Audit coupon :
·         Berwarna hijau
·         Coupon ini berada lembar paling atas  
·         Pada waktu mengisi/menulis tiket dicoupon ini akan menekan coupon-coupon dibawahnya karena Audit coupon merupakan kertas yang berisikan karbonis.
·         Jika selesai menulis tiket , lalu audit  coupon di sobek/ditarik dan diserahkan ke bagian accounting sebagai laporan pertanggungan  jawab keuangan ke kantor pusat perusahaan penerbangan
2.      Agent Coupon
·         Berwarna merah muda
·         Coupon ini berada dilembar kedua dari sebuah tiket.
·         Coupon ini juga disobek sebagai arsip yang mengeluarkan tiket bisa di agent tiket maupun maskapai langsung (sales office maupun sales airport).
3.      Control Coupon
·         Berwarna ungu muda
·         Coupon ini berada dilembar ketiga.
·         Coupon ini juga disobek bersama-sama  dengan audit coupon
·         Control coupon berguna untuk control/pengawasan bila diperlukan terhadap berapa banyaknya tiket yang telah dikeluarkan oleh maskapai tersebut.
·         Control coupon juga berguna untuk arsip pada masing-masing district/cabang kantor penjualan maskapai
4.      Flight  Coupon
·         Berwarna cream/kuning muda
·         Coupon ini berada dilembar keempat.
·         Coupon ini tidak disobek tetapi diserahkan pada calon penumpang untuk dipergunakan pada saat check-in bandara, saat calon penumpang akan melaporkan berangkatannya .
·         Coupon ini akan disobek oleh petugas penerbangan dibandara (petugas check-in counter)
·         Flight coupon adalah bukti untuk terbang, jadi mutlak harus ada tanpa flight coupon calon penumpang tidak bisa ikut dalam penerbangan.
5.      Passenger Coupon
·         Berwarna putih
·         Coupon ini berada dilembar paling bawah dan sebagai bukti untuk penumpang.
·         Biasanya coupon ini bersatu dengan cover bagian belakang dari coupon ini
·         Passenger Coupon dapat berfungsi sebagai kwitansi / bukti pembelian tiket .
 

Berikut ini contoh tiket yang telah diisued oleh Airlines maupun Agent



Tugas ™ Praktek membuat tiket manual
™ Sediakan / print masing-masing siswa 1 blanko tiket
™ Bawa kertas karbonis merah jika ada
™ Kerjakan pada pertemuan berikutnya